Cara anak memahami peran laki-laki dan perempuan seringkali terbentuk sejak usia sangat dini. Ungkapan seperti “kan kamu laki-laki, harus kuat” atau “perempuan jangan banyak bicara” mungkin terdengar biasa, tapi bisa meninggalkan jejak panjang dalam cara anak memandang dirinya dan orang lain.
Padahal dalam Islam, keadilan gender berarti menempatkan setiap individu sesuai potensi dan tanggung jawabnya, tanpa bias, tanpa diskriminasi. Laki-laki dan perempuan sama-sama dimuliakan, diberi hak dan amanah untuk berkontribusi di kehidupan, sesuai dengan fitrah dan kemampuannya.
Melalui Seminar Parenting Tunas Iblam, orang tua diajak untuk membekali anak dengan nilai-nilai keadilan sejak usia dini—dengan pendekatan yang lembut, praktis, dan berbasis nilai-nilai Islam. Mulai dari membiasakan kolaborasi tanpa memandang gender, hingga mengangkat kisah-kisah Islami yang mengajarkan kesetaraan, keberanian, dan saling menghormati.
Karena membentuk cara pandang yang adil bukan menunggu mereka dewasa. Tapi dimulai sejak mereka belajar mengenal dunia.

0 Comments