
Para orangtua wajib paham cara mendidik anak agar percaya diri demi memaksimalkan pembentukan karakter baiknya. Didikan ini bahkan sudah bisa kita mulai sejak anak berusia satu tahun. Sebab, rasa percaya diri tidak bisa tumbuh begitu saja dalam diri seseorang. Anak membutuhkan segenap dukungan dari orang sekitarnya, terutama orangtua, untuk mendapatkan rasa nyaman dan kepercayaan.
Contents
Cara Mendidik Anak agar Percaya Diri Sejak Dini
Persis seperti apa yang D’Arcy Lyness, PhD katakan bahwa anak yang merasa nyaman dengan dirinya dan mendapat kepercayaan dari lingkungan terdekatnya, akan cenderung lebih percaya diri dalam mencoba hal-hal baru. Selama mereka berusaha melakukan yang terbaik, anak-anak yang penuh rasa percaya diri tidak terlalu takut pada kegagalan. Sebab mereka yakin respons orangtua/keluarga bukan selalu berbentuk amarah.
Lantas, didikan seperti apa yang paling efektif menumbuhkan rasa percaya diri pada anak agar mereka berani tampil di depan umum?
Berikut beberapa cara mendidik anak agar percaya diri yang dapat Anda praktikan saat anak memasuki usia 1 tahun dan seterusnya.
Hindari Pola Asuh yang Otoriter
Pola asuh otoriter sama sekali tidak memberi kesempatan pada anak untuk dapat berbuat sesuatu berdasarkan kemampuannya. Bahkan, untuk hal-hal paling sederhana sekalipun, semisal memilih pakaian yang ingin anak kenakan, ke toilet, berkenalan dengan teman sebaya, dan sebagainya.
Tebalnya rasa khawatir dan kuatnya rasa cinta orangtua terhadap anak seringkali menjadi alasan pola asuh seperti ini diterapkan dalam sebuah keluarga. Namun dampaknya membuat anak selalu berada dalam bayang-bayang orangtuanya. Tidak punya inisiatif untuk melakukan sesuatu tanpa dampingan orangtua.
Jika ingin anak tumbuh percaya diri, maka mulailah mengenyampingkan konsep pengasuhan seperti ini. Ganti dengan pola asuh yang merdeka namun tetap bertanggung jawab.
Gagal Bukan Masalah
Dalam masa pertumbuhannya, normalnya anak akan memiliki rasa ingin tau yang begitu besar. Rasa ingin tahu itulah yang jadi modal anak dalam bertindak. Sayangnya seringkali rasa itu padam seketika oleh karena reaksi orangtua yang sering marah apabila anak gagal. Anak jadi ragu-ragu untuk unjuk kemampuan. Merasa takut kena marah atau takut mengecewakan.
Padahal kegagalan tak selamanya jadi masalah berat yang harus dilampiaskan dengan marah-marah atau kata-kata penghakiman seperti, “Itu karena kamu bodoh”, “Coba tadi kamu nggak begini, harusnya begitu”.
Bayang-bayang takut gagal tersebut akhirnya membuat anak tidak percaya diri pada kemampuannya sendiri dan minder.
Beri Motivasi dan Pujian
Motivasi dan pujian adalah dua hal yang wajib serangkai Anda berikan dalam praktik cara mendidik anak agar percaya diri. Motivasi mendorong keyakinan dalam diri mereka untuk tumbuh. Sedangkan pujian merupakan apresiasi atas usaha terbaik yang telah anak perjuangkan.
Sekadar mendorong anak untuk terus maju tanpa dibarengi dengan pujian, sama halnya menekan anak itu sendiri. Mereka jadi tidak nyaman dan semakin enggan untuk mencoba sesuatu yang baru.
Bantu Anak Menemukan Apa yang Mereka Sukai
Anak cenderung lebih percaya diri melakukan segala sesuatu yang mereka sukai ketimbang yang tidak. Ketika mereka punya ketertarikan yang kuat pada sesuatu, di situlah keyakinan dan keberanian mereka untuk mencoba terkumpul. Sebaliknya, pada hal-hal yang mereka rasa tidak menarik, mereka cenderung enggan memulai.
Oleh karena itu, mendidik anak agar percaya diri sejak dini harus bermula dari hal-hal yang mereka sukai terlebih dahulu. Bantu mereka mengeksplore bermacam kegiatan-kegiatan baru, lalu temukan mana yang paling mereka sukai. Maksimalkan potensi mereka pada hal tersebut. Anda akan lihat betapa besar rasa percaya dirinya yang akan terpancar.
Beri Kepercayaan Padanya
Didikan yang tak kalah penting untuk rasa percaya diri anak adalah memberikan kepercayaan padanya bahwa dia mampu melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukannya sama sekali. Kepercayaan Anda padanya adalah pemantik semangat bagi anak. Walau Anda berkeyakinan dalam hati bahwa mungkin saja anak tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, namun jangan pernah menampakkan perasaan tersebut di hadapannya.
Contoh, anak belum pernah bernyanyi di atas panggung di hadapan penonton. Yakinkan dirinya bahwa dia punya suara yang merdu dan penonton akan menyukainya.
Dampak Negatif Bagi Anak yang Tidak Percaya Diri
Rendahnya rasa percaya diri dapat berdampak buruk pada perilakunya sehari-hari serta kemampuannya bersosialisasi. Beberapa contoh dampak buruk tersebut dapat terlihat dari gejala-gejala berikut ini:
Cengeng dan Gelisah
Pada anak usia 1 tahun gejala ini mungkin sulit untuk didefinisikan sebagai dampak rendahnya percaya diri. Sebab sikap anak di usia segitu masih terbilang abstrak. Tetapi gejala ini lebih sering terlihat pada anak-anak usia berapapun yang cenderung tidak mau jauh dari sisi orangtuanya. Tidak nyaman memandang orang lain ataupun dipandang dan bersentuhan. Gelagat ini sudah tanda ada masalah pada rasa percaya diri anak.
Penuh Keragu-raguan
Anak yang rendah percaya diri akan sering menunjukkan sikap ragu atau kurang tangkas. Sekalipun dalam hati kecilnya dia merasa mampu/tau, dia tidak ingin membuktikan kemampuan dirinya tersebut pada orang lain.
Sulit Membuka Diri pada Orang Lain
Percaya diri yang rendah juga akan menimbulkan dampak minder pada diri anak. Sulit beradaptasi pada situasi yang baru, sulit membuka diri pada orang-orang baru. Sehingga, pergaulannya pun sangat terbatas.
Kesimpulan
Dampak negatif ini akan terus dibawa anak sampai besar jika orangtua tidak menyadari ada yang salah pada rasa percaya diri anak. Untuk itu segera tangani dengan cara mendidik anak agar percaya diri sedini mungkin. Semoga anak bisa tumbuh menjadi pribadi periang dan penuh percaya diri. Jika tanda-tanda kurang percaya diri berlangsung lama atau menghambat aktivitas anak, sebaiknya konsultasikan dengan psikolog anak untuk pendampingan lebih lanjut.
0 Comments